tepatnya kemarin tanggal 9 april 2008, di FIB, UI telah diselenggarakan sebuah acara yang bertajuk FIB NYENI. acara ini tentu saja berkaitan dengan segala hal yang berbau seni, mulai dari musik, puisi, pameran foto, film, dll. acara yang ebrlangsung selama 3 hari ini boleh dikatakan cukup menarik perhatian para mahasiswa sastra.
namun bagi saya, yang terbaik dari pergelaran 3 hari tersebut adalah hari terakhir kemarin. dimana sejak pukul 13.00 diselenngarakan acara musikalisasi puisi. sesungguhnya bukan musikalisasi saja, tapi juga ada pembacaan puisi oleh para dosen dan mahasiswa FIB sendiri.
hal ini rasanya sudah lama sekali tidak terjadi di FIB UI. maksud saya acara-acara semacam ini memang sering, namun pembacaan puisi kemarin terasa menghapus kerinduan pada sajak-sajak lama. kebanyakan mahasisiwa yang membaca puisi memang membacakan puisi miliknya sendiri, salah satunya adalah Sarasdewi, seorang artis yang juga merupakan alumni FIB, namun sekarang telah menjadi dosen di FIB. saya senang sekali saat ia membacakan puisi yang berjudul “Christopher”, yang mana puisi ini ditujukan untuk mantan kekasihnya.
lalu, pembacaan puisi oleh Mas Yudhi, yang saya dan teman-teman sering memanggilnya sebagai “manusia setengah dewa”, seorang dosen jurusan sastra Inggris, yang juga merupakan pembina salah satu kelompok teater di FIB. saya bukan nge-fans dengannya, hanya sedikit kagum saja. karena ia merupakan salah satu dari 2 orang sastrawan Indonesia, selain Rendra, yang pernah bermain dalam panggung Broadway, New York.
kemudian juga ada pembacaan puisi oleh Mas Iben (Ibnu Wahyudi) dan ia juga memamerkan sebagian koleksi lukisannya dalam acara itu. kemudian pula ada musikalisasi puisi-puisi para penyair oleh Sasina. grup musikalisasi puisi yang anggotanya merupakan mahasiswa/i jurusan sastra Indonesia, jadi mengingatkan saya kepada Dua Ibu. membayangkan, masa dulu ketika mereka masih berkuliah di FIB sekitar tahun 70-an, mungkin seperti ini juga. dengan beberapa kawan dan iringan musik lembut dari gitar mereka bernyanyi dalam senandung merdu.
namun, bukan itu yang saya tunggu….
“Kakek Romantis” yang saya tunggu!!! Sapardi Djoko Damono. saya menunggu dari pagi hanya untuk berjumpa dirinya, walaupun kuliah sesungguhnya sudah selesai sejak jam setengah sebelas tapi saya rela menunggu sampai jam 4, yang selama hampir 4 tahun saya berkuliah di FIB UI, dimana beliau merupakan gur besar dan mantan dekan di fakulats ini, baru dua kali saya bertemu dengan dirinya, termasuk hari kemarin.
sedikit terlambat, ketika masuk ke dalam auditorium gedung 9 FIB, sang legenda puisi itu sudah memulai membaca puisinya. saya kehilangan dua puisi yang ia bacakan. namun, masih sempat mendengar beliau membaca puisi yang (Mungkin) paling dikenal oleh para pembaca sajaknya, AKU INGIN.
ya Tuhan!!! rasanya seperti entah berada dimana.. it’s like dream comes true! mendengar sang pujangga membaca sajaknya, yang telah sekian lama saya tunggu. namun, begitu singkat. kalu tidak salah beliau hanya membacakan 5 puisi miliknya dan berakhirlah semua.
namun, masih belum selesai bagi saya. setelah pak Sapardi turun dari panggung dan menyalami beberapa panitia, saya dan seorang teman buru-bur berlari ke arah pintu keluar untuk mencegat beliau. walaupun agak ragu dan sedikit malu, tapi saat itu saya betul-betul tak perduli. segera setelah pintu terbuka, saya lihat beliau berjalan dengan setelan khasnya, topi pet dan jaketnya yang membuatnya terlihat seperti khasnya seorang penyair besar, diiringi tiga orang panitia yang mengawal, tanpa ragu lagi saya langsung saja berkata: “Pak Sapardi, maaf, boleh foto bareng sebentar?” Dan, kakek romantis itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Finally, my dream comes true….