salahkah jika pada hari yg special beberapa waktu yang lalu aku hanya ingin seseorang yang special itu mengucapkan “Happy 21th Birthday”???

seorang kawan berkata, sepatutnya lah saya bersyukur karena di hari itu masih banyak kawan-kawan lain yang ingat dan mengucapkan “selamat ulang tahun.” apakah begitu egois dan keras kepalanya kah aku ini, jika tetap ingin seseorang yang special itu yang mengucapkannya.

dia, begitu special…

sehingga di hari yang special itu aku ingin dia ada, karena aku selalu mengingatnya, dan aku ingin dia juga mengingatku. tapi pertnayaannya adalah…

mengapa seseornag yang kita anggap special, yang selalu kita ingat setiap saat, bisa melupakan kita sementara kita terus mengingatnya?!?!

jawabannya adalah karena mungkin bagi kita seseorang tersebut begitu special, namun kita lah yang tidak special baginya, sehingga dia boleh melupakan kita.

gadis itu selalu menangis. apa kau peduli pada setiap tetes air matanya? yang mengalir sebab merinduimu.

gadis itu selalu menahan sakit. pada setiap luka yang kau torehkan. ketika hampir mengering, kau lagi yang lukakan.

tau kah kau? gadis itu hanya ingin kau cinta dan kau rindu.

bukan yang dalam kepura-puraan.

ia hanya ingin menanti, hingga kau menoleh kembali.

Mengapa rumput ingin tetap hijau, meski terik mentari panas membakar.

Mengapa bunga ingin tetap mekar, meski udara membuatnya layu.

Mengapa bulan ingin tetap bersinar, meski bintang tak menemani.

Mengapa pohon ingin tetap berkembang, meski angin gugurkan daunnya.

Mengapa aku ingin tetap di sini, meski ia perlahan pergi.

Menanti cahaya di pagi hari

Menunggu kabut hingga menyisih awan

Pada terang dan bersihnya biru langit

Yang menanti tetap menanti

Kau dan aku bernaung satu angkasa.

kemarin gue mengikuti seminar dalam acara journalist day yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, universitas Indonesia. sebenernya pun hari ini acaranya masih berlangsung,ada workshop dari METRO TV, tapi ga ikutan (sebenernya pengen bgt) karena temen-temen yang lain yang kemarin juga ikutan seminar pada ga mau ikutan wokshop hari ini dengan berbagai alasan.

yesterday was so special!!!

pertama, walaupun cuma ikutan seminar yang cuma dari jam 9 pagi sampe jam 6 sore, tapi tetep aja ada ilmu yang bisa di dapet. paling ngerasa bisa dapet banyak ilmu dari Bu Ratih, salah satu pembicara di acar tersebut yang juga merupakan seorang Psikolog, yang mengajarkan hal-hal tenetang bagiamana membangun karakter diri dan menyesuaikannya dengan karakter di dalam dunia jurnalistik. bagaiman dikatakan bahwa sebuah tulisan yang coba ditulis dengan cara seobjektifitas mungkin pasti akan tetap ada unsur subjektifitas dari si penulisnya. yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai penulis berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir unsur subjektifitas menjadi seobjektifitas mungkin.

pembicara pada sesi kedua agak-agak bikin ngantuk, karena rasanya kok kaya lagi ikut kuliah di kelas aja ya. pembicaranya membahas tentang Psikolinguistik dan kaitannya dengan bahasa. mungkin karena pengaruh usia pembicara yang sudah sepuh, jadi seminranya kurang terasa bersemanagt gitu, kurang adanya interaksi dengan audience. yang ada para peserta banyak yang “kabur” dari ruangan tersebut. namun, kebosanan dari pembicar tersebut segera berakhir ketika Remy Silado, penulis buku Ca Bau Kan hadir di dalam sesi kedua tersebut. suasan menjadi lebih hidup dan para peserta yang “kabur” tadi pun kembali ke haluan.

yang paling oke, dalam artian di sini adalah yang paling bikin seger mata dan rasanya kok jadi kaya nonton acara Empat Mata-nya Tukul, adalah saat sesi ketiga saat pembicaranya  adalah Raditya Dika, penulis buku “Kambing jantan.” cara dia bawain seminar itu bener-bener bikin kaya orang lagi nonton lawak. perut gue sampe sakit karena ketawa denger omongannya. awalnya gue kira nie orang bakal bikin bosen juga ternyata, jauh beda sama pemikiran gue. hmm… klao dilita langsung dari segi fisik, jujur gue il-feel aja, kayanya tu tampang agak-agak ga enak di liat (wakakakakak, peace! :P ) tapi, pas di foto, oke BANGET!!! awalnya gue kira nie orang mungkin masih ada hubungan darah am Kasino kali, abis lucu banget siy.

salah satu Joke nya dia yang masih bikin gue ketawa sampe tadi pagi abis gue mandi adalah saat dia bilang: kenapa  semua perempuan kalo pergi beli baju, terus mau nyocokin tuh baju, gayanya selalu sama. salah satu kaki dimajuin kedepan dan baju itu dipasangkan di depan tubuhnya. kenapa kakinya harus dimajuin??? apakah para perempuan berfikir kalo suatu hari mereka cacat dan kehilangan sebelah kakinya, maka baju itu akan tetap terlihat oke dipakai. (Sumpah, waktu gue ngetik tulisan ini aja, masih ngakak-ngakak sendiri). mungkin klo tuh orang punya cewe, maka cewenya akan merasa kalau dia berpacaran dengan Dono, kasino, indro, dengan tampang yang lebih mujur.

sebelum tu “orang aneh” ngomong dimulai dulu pembicaraan dari seorang wartawan senior  ishak rafiq, yang menulis buku catatan hitam lima presiden Indonesia. awalnya emang agak-agak bikin bosen juga, karena gue orang yang paling bete dengerin orang ngomong tentang hal-hal politik, maslahnya gue buta sama sekali soal begituan. namun, seru juga ternyata setelah mendengar cerita beliau yang bilang bahwa ia adalah satu-satunya wartawan yang boleh menemui ke-14 menteri yang menolak ikut dalam kabinet baru mantan presiden soeharto di zaman awal reformasi. gila!!! dasar wartawan…

ia berkata bahwa ia satu-satunya diantara sekian banyak wartawan yang menunggu di depan Istana Merdeka ketika itu, yang berani melawan para ajudan istana, sehingga ia dan fotographernya dipersilahkan masuk ke dalam istana untuk emnemui keempatbelas menteri tersebut. dan ia juga, orang yang karena tulisannya membuat Bob Hasan pernah merasakan jeruji penjara. terakhir yang bikin salut adalah, ternyata si bapak ini “senior” gue. kerena ia ternyata juga merupakan alumni dari Sastra Belanda UI. wah, matep ga tuh?!!? kalo beliau aja, yang artinya sama-sama lulusan sastra belanda, bisa jadi wartawan yang TOP. kenapa gue nggak?!!

selama hampir 21 tahun aku hidup, ada beberapa hal yang mungkin buat sebagian orang hal yang aku alami ini merupakan hal yang biasa. namun, buat diriku sendiri ini merupakan hal-hal kecil yang bisa dibilang memalukan.

selama ini aku belajar banyak hal, membaca banyak buku, dan banyak mengenal nama-nama tokoh di dunia ini. namun ternyata ada beberapa nama tokoh besar yang selama ini salah aku kira jenis kelaminnya.

nama-nama mereka begitu terkenal, namun aku tak pernah benar-benar tahu apa jenis kelamin mereka. sehingga itu pemahaman yang ada di dalam otakku ini sering terbolak-balik.

1. Sayuti Melik

nama ini pasti sering kita temukan di dalm buku-buku sejarah untuk anak-anak sekolaha dasar. sayuit melik adalah salah seorang pengibar bendera pusaka saat presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. selama ini, aku selalu berfikir bahwa Sayuti Melik adalah nama seorang perempuan. sampai suatu ketika karena mama, aku baru tahu bahwa beliau adalah seorang laki-laki.

2. Miriam Budiardjo

nama yang sudah pastinya juga tak kalah terkenalnya dengan Sayuti Melik. seorang tokoh yang berkecimpung dalam dunia sosial politik di Indonesia. beliau juga merupakan seorang budayawan dan juga guru besar di FISIP Univeristas indonesia. aku selalu mengira bahwa beliau adalh seorang laki-laki, mungkin dikarenakan nama belakangnya, yaitu Budiardjo. tepat, hari di mana beliau meninggal, aku baru mengetahui bahwa beliau adalah seorang perempuan.

3. Nawal el-Saadawi

seorang penulis buku perempuan di titik nol. buku yang dari dulu selalu ingin aku baca, namun tidak pernah menemukan buku itu dimana-mana (sampai akhirnya kemarin aku berhasil menemukan dan tentu saja langsung aku beli di sebuah bazar buku di FE, UI. memang beruntung karena buku itu tinggal satu-satunya yang tersisa.) judul buku itu dan tentu saja nama penulisnya sering aku temukan di dalam buku Jurnal Perempuan, yang aku tidak terlalu sering baca, namun selalu tertarik dengan buku Jurnal Perempuan. aku tahu dengan pasti walaupun belum pernah membaca bukunya (sekarang baru masuk bab 2 buku itu) bahwa buku itu sangat feminis. namun, sekali dengan bodohnya aku katakan, bahwa aku selalu mengira bahwa seorang Nawal el-Saadawi adalah seorang laki-laki. sampai akhirnya pagi ini ketika aku mulai membaca buku itu, aku temukan dan aku ketahui bahwa ia adalah seorang perempuan.

ya, mungkin itu beberapa kebodohan daris eorang Mentari, yang mungkin hobby untuk salah menerka jenis kelamin seseorang dari namanya saja.

seandainya jejak-jejak pada tanah basah itu sungguh nampak.

seandainya teduh embun pagi boleh benar-benar kurasa.

dan nyanyian burung penghilang rindu sukma di hati sungguh ada.

maka aku ingin bangun dari mimpi.

yang terasa nyata

mungkinkah sesungguhnya hampa

laksana debu di pelupuk mata

yang tak terasa namun buatkan luka.

kini yang terpisah lautan dua negara;

seandainya ada untuk nyata,

mungkin akan bahagia

Awalnya dikatakan pem-blogan beberapa website di Indonesia diberlakukan karena ingin menumpas situs-situs pornografi dan akibat maraknya pemutaran film FITNA di dunia maya. namun, apakah karena hanya kedua hal di atas, lalu pemerintah yang membuat keputusan untuk mem-blog beberapa situs internet sudah benar-benar tepat dan bijaksana dalam melakukan keputusan tersebut?!

yang pertama adalah, belakangan ini marak terdengar kabar bahwa pemerintah akan melakukan pemblokiran utnuk mengakses situs-situs pornografi di indonesia. Sehingga para “penikmat” situs-situs tersebut tidak bisa lagi mengakses kesenangan mereka tersebut melalui internet. tentu saja kita ketahui alasan standar-nya karena ingin memperbaiki moral bangsa ini (mungkin). tapi apakah dengan pemblokiran situs-situs porno tersebut pemerintah mampu menjamin bahwa moral rakyat dan bangsa Indonesia ini akan menjadi ”suci” dalam sekejap mata.

ibarat sebuah pribahasa “Tak ada rotan akar pun jadi” mungkin itu juga lah yang berlaku bagi sebagian besar penduduk indonesia yang memang gemar menikmati situs-situs porno. ibarat kata “ ga ada situs porno, film porno pun jadi.”  Bukankah Glodok masih buka????

saya di sini berkata seperti itu karena memang melihat kenyataan yang ada seperti itu. sekarang apakah dengan tidak adanya situs porno berarti akses untuk menikmati hal tersebut benar-benar hilang? jawaban pastinya tentu tidak. toh, tukang DVD bajakan masih bisa ditemukan dimana-mana, komik-komiik porno (yg walaupun dijual sembunyi2) masih tetap ada. tidakkah pemerintah pernah berfikir bahwa ini lah mental sebagian besar rakyatnya. bukankah begitu “pintar” nya otak bangsa ini???

saya berkata di sini hanya sekadar untuk memberi komentar pada apa yang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. pemblokiran bebrapa situs porno di Indonesia, bukankah berarti membatasi hak-hak masyarakat? lalu, apakah ini yang disebut demokrasi?

sekarang yang kedua, pemblokiran beberapa situs seprti YOU TUBE, MY SPACE  dan MULTIPLY  karena situs-situs tersebut yang paling sering di akses untuk menyaksikan video FITNA, yang berisi tentang hal-hal yang memprovokasi mengenai Islam. apakah hanya karena video yang berdurasi sekitar 17 menit itu, lalu banyak pihak yang menjadi dirugikan.

mengutip beberapa pernyataan dari sebuah tabloid perempuan yang mengatakan bahwa banyak ibu-ibu yang memprotes kebijakan tersebut. karena selama ini mereka banyak yang berjualan dan memasang iklan untuk produk-produk mereka melalui situs tersebut. lalu, sekarang apa yang bisa pemerintah buat untuk mereka?!!

ini lah buruknya pemerintah Indonesia yang terkadang terlalu cepat membuat keputusan tanpa mempertimbangkan hal-hal yang lain. terlalu sering mengeneralisasikan segala hal tanpa melihat dulu bagaimana nanti damapknya. sekarang, jika You Tube dianggap sebagai salahs ati situs yang paling banyak diakses untuk menyaksikan video FITNA tersebut, tapi saya yakin jauh lebih banyak orang yang mengakses situs tersebut bukan semata-mata untuk melihat video itu saja. banayk hal lain yang dicari dan sebelumnya mudah diperoleh melalui YouTube, sekarang menjadi sulit.

trend eksis-nya video FITNA saya rasa tidak akan berlangsung lama. bukankah itu yang sering terjadi di Indonesia. jika sebuah hal seddang nge-trend, maka itu lah yang paling banyak dicari. tapi tunggulah 2-3 bulan, pasti akan redup dengan sendirinya. tidak mungkin sepanjang waktu dan setiap orang yang mengakses situs YOUTUBE  hanya karena ingin menyaksikan video FITNA saja.

bukankah seharusnya pemerintah Indonesia berfikir masak-masak terlebih dahulu sebelum memberlakukan sebuah hal yang mungkin jauh lebih merugikan daripada untungnya?!

tepatnya kemarin tanggal 9 april 2008, di FIB, UI telah diselenggarakan sebuah acara yang bertajuk FIB NYENI. acara ini tentu saja berkaitan dengan segala hal yang berbau seni, mulai dari musik, puisi, pameran foto, film, dll. acara yang ebrlangsung selama 3 hari ini boleh dikatakan cukup menarik perhatian para mahasiswa sastra.

namun bagi saya, yang terbaik dari pergelaran 3 hari tersebut adalah hari terakhir kemarin. dimana sejak pukul 13.00 diselenngarakan acara musikalisasi puisi. sesungguhnya bukan musikalisasi saja, tapi juga ada pembacaan puisi oleh para dosen dan mahasiswa FIB sendiri.

hal ini rasanya sudah lama sekali tidak terjadi di FIB UI. maksud saya acara-acara semacam ini memang sering, namun pembacaan puisi kemarin terasa menghapus kerinduan pada sajak-sajak lama. kebanyakan mahasisiwa yang membaca puisi memang membacakan puisi miliknya sendiri, salah satunya adalah Sarasdewi, seorang artis yang juga merupakan alumni FIB, namun sekarang telah menjadi dosen di FIB. saya senang sekali saat ia membacakan puisi yang berjudul “Christopher”, yang mana puisi ini ditujukan untuk mantan kekasihnya.

lalu, pembacaan puisi oleh Mas Yudhi, yang saya dan teman-teman sering memanggilnya sebagai “manusia setengah dewa”, seorang dosen jurusan sastra Inggris, yang juga merupakan pembina salah satu kelompok teater di FIB. saya bukan nge-fans dengannya, hanya sedikit kagum saja. karena ia merupakan salah satu dari 2 orang sastrawan Indonesia, selain Rendra, yang pernah bermain dalam panggung Broadway, New York.

kemudian juga ada pembacaan puisi oleh Mas Iben (Ibnu Wahyudi) dan ia juga memamerkan sebagian koleksi lukisannya dalam acara itu. kemudian pula ada musikalisasi puisi-puisi para penyair oleh Sasina. grup musikalisasi puisi yang anggotanya merupakan mahasiswa/i jurusan sastra Indonesia, jadi mengingatkan saya kepada Dua Ibu. membayangkan, masa dulu ketika mereka masih berkuliah di FIB sekitar tahun 70-an, mungkin seperti ini juga. dengan beberapa kawan dan iringan musik lembut dari gitar mereka bernyanyi dalam senandung merdu.

namun, bukan itu yang saya tunggu….

“Kakek Romantis” yang saya tunggu!!! Sapardi Djoko Damono. saya menunggu dari pagi hanya untuk berjumpa dirinya, walaupun kuliah sesungguhnya sudah selesai sejak jam setengah sebelas tapi saya rela menunggu sampai jam 4, yang selama hampir 4 tahun saya berkuliah di FIB UI, dimana beliau merupakan gur besar dan mantan dekan di fakulats ini, baru dua kali saya bertemu dengan dirinya, termasuk hari kemarin.

sedikit terlambat, ketika masuk ke dalam auditorium gedung 9 FIB, sang legenda puisi itu sudah memulai membaca puisinya. saya kehilangan dua puisi yang ia bacakan. namun, masih sempat mendengar beliau membaca puisi yang (Mungkin) paling dikenal oleh para pembaca sajaknya, AKU INGIN.

ya Tuhan!!! rasanya seperti entah berada dimana.. it’s like dream comes true! mendengar sang pujangga membaca sajaknya, yang telah sekian lama saya tunggu. namun, begitu singkat. kalu tidak salah beliau hanya membacakan 5 puisi miliknya dan berakhirlah semua.

namun, masih belum selesai bagi saya. setelah pak Sapardi turun dari panggung dan menyalami beberapa panitia, saya dan seorang teman buru-bur berlari ke arah pintu keluar untuk mencegat beliau. walaupun agak ragu dan sedikit malu, tapi saat itu saya betul-betul tak perduli. segera setelah pintu terbuka, saya lihat beliau berjalan dengan setelan khasnya, topi pet dan jaketnya yang membuatnya terlihat seperti khasnya seorang penyair besar, diiringi tiga orang panitia yang mengawal, tanpa ragu lagi saya langsung saja berkata: “Pak Sapardi, maaf, boleh foto bareng sebentar?” Dan, kakek romantis itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

Finally, my dream comes true….

1. Dia, yang selalu dicinta sejak dulu kala, lalu kami pernah bersama. lalu aku terluka, dia diam saja. sampai sekarang pun masih tetap “bersama”, yang tanpa pernah dimengerti dalam artian apa?! tetap menjalin hubungan, dalam hal ini maksudnya tetap berkawan. namun mungkin sesungguhnya aku masih menjalin rasa. berharap, yang entah sampai kapan. namun perlahan sekarang aku pun mulai meninggalkan. setiap yang menunggu mesti ada jenuh, kan?!

2. Dia, yang aku baru kenal dua bulan terakhir ini. berbeda dari yang lainnya. awalnya, ku tak ingin percaya, tak ingin mencinta, sebab tak mau terluka. namun, perlahan ia tetap mendekat, akhirnya aku suka. ia bilang hanya suka, ingin mecoba, maka kami jalani saja. kemarin, ia berkata: “we’re not match!”

It’s ok. i’ll be fine!!!! (YOU SUCKER !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

3. Dia, yang aku cinta sejak dua tahun lamanya, namun tak pernah benar-benar ada, tak nyata, tak tahu apakah ini boleh disebut bercinta. katanya kami “special friends forever!” itu ia yang kata. dulu, ia punya cinta, namun sekarang terluka. meski sudah tak lagi bersama antara ia dan dia, namun aku tahu aku tetap tak mungkin memilkinya. sekarang aku hanya pasrah saja, meski tetap cemburu dan luka. jika masih bisa tetap berteman saja, keep in touch, aku sudah cukup bahagia. INI YANG SEKRANG PALING AKU CINTA!!!!!

4. Dia, yang sekarang aku tahu pelan-pelan mendekat. aku yakin ia suka. yang ada setiap malam (sesungguhnya tak setiap malam juga ). namun bagaimana?!?! sepertinya aku tak cinta.

5. Dia, yang juga tak nyata, temannya yang sesama tak nyata ada. mendekat, bisa membuatku tertawa, selalu ada (kali ini sungguh-sungguh ada) setiap saat. aku juga tahu ia suka, namun malu-malu karna ku cerita aku cinta Dia (yang lainnya). namun, tetap setia saat yang lain tak ada. jika yang lain tak ada aku berfikir ingin dengannya. namun, ia juga tak nyata ada.

Next Page »